Produk kecantikan Garnier pasti sudah tidak asing lagi di telinga Fimelova. Tapi tak banyak yang tahu bahwa Garnie merupakan bagian dari L'Oreal Group. Raksasa kosmetik asal Prancis berhasil memperoduksi 27 brand yang berbeda, dan pada tahun 2014 ini, Garnier merupakan brand terbesar ke dua dari L'Oreal. Adapun produk yang dijual oleh Garnier meliputi perawatan kulit, perawatan rambut, pewarna rambut dan produk styling. Hingga kini, garnier telah beroperasi di 120 negara.
Sejarah Garnier
Produk Garnier yang pertama adalah tonik rambut yang diciptakan oleh Alfred Garnier pada tahun 1904. Nama lengkap perusahaannya adalah Laboratorium Garnier. Didirikan pada tahun 1920, perusahaan ini membuat produk perawatan rambut dengan bahan-bahan organik dan terus menjalankan misi tersebut hingga kini. Baru pada tahun 1965, Garnier diakuisisi oleh L'Oreal.
L'Oreal dan Garnier
L'Oreal yang berbasis di Perancis dan Amerika Serikat, telah beroperasi sejak 1909. Perushaan ini memiliki lima divisi, yaitu produk konsumen, L'Oreal Luxe, produk profesional, kosmetik aktif dan The Body Shop. Sementara brand Garnier merupakan bagian dari divisi produk konsumen. L'Oreal sendiri mengutamakan fokus pada penelitian, khususnya studi dalam pembangunan berkelanjutan. Pusat penelitian mereka beroperasi di tiga benua.
Inovasi
Selain memperkenalkan tonik rambut Alfred Garnier pada tahun 1904, dimana saat itu masyarakat masih menggunakan sabun untuk mencuci rambut, Garnier menjadi produsen pertama yang menawarkan produk-produk perawatan rambut pada era tahun 1930an. Pada tahun 19630, garnier juga menjadi perusahaan pertama yang membuat pewarna rambut permanen yang bisa digunakan di rumah. Kini, Garnier merupakan brand No.1 di Eropa yang menggunakan bahan-bahan alami.